Warga Purwajaya Minta Kepedulian Perusahaan Tambang Usai Banjir

Warga Purwajaya Minta Kepedulian Perusahaan Tambang Usai Banjir

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Warga Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan keluhan terkait banjir yang merendam ratusan rumah. Peristiwa pada 27 Mei 2025 itu disebut masyarakat diperparah oleh aktivitas pertambangan di sekitar wilayah mereka, yakni PT Insani Bara Perkasa (IBP).

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, mengungkapkan sekitar 400 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Berdasarkan laporan warga, air meluap karena adanya pembukaan tanggul oleh perusahaan, sehingga memperburuk kondisi desa yang sudah terendam.

“Yang jadi keberatan warga adalah perusahaan tetap membuang air ke sungai saat banjir berlangsung, sehingga menambah parah keadaan. Apalagi saat itu air bercampur lumpur,” kata Adi Sucipto di DPRD Kukar, Senin (25/8/2025).

Masyarakat kemudian meminta adanya kepedulian perusahaan berupa uang tali asih. Mereka berharap bantuan tersebut bisa digunakan untuk membersihkan rumah, mengganti kerugian tanaman, serta keramba ikan yang terdampak.

“Warga mengajukan Rp500 ribu untuk pembersihan rumah, dan Rp1 juta untuk tanaman maupun perikanan. Ada 400 KK terdampak, dan 170 di antaranya memiliki tanam tumbuh,” jelasnya.

Pemerintah Desa Purwajaya telah melakukan mediasi antara warga dan perusahaan, namun belum tercapai kesepakatan. Proses mediasi berlanjut ke tingkat Kecamatan Loa Janan.

“Di tingkat kecamatan muncul angka Rp26 juta untuk dua perusahaan, tapi belum disetujui. Akhirnya perusahaan hanya menawarkan Rp20 juta,” tambahnya.

Karena belum ada titik temu, masyarakat meminta persoalan ini dibawa ke DPRD Kukar. Rapat Dengar Pendapat (RDP) pun digelar di ruang Banmus DPRD Kukar, Senin (25/8/2025), dipimpin oleh Anggota DPRD Kukar Hairendra bersama Farida, serta dihadiri pihak perusahaan IBP, perwakilan desa, Dinas Perkim, dan tamu undangan lainnya.

Hairendra menyebutkan, dalam RDP itu masyarakat tetap meminta tali asih, sementara perusahaan belum menyetujui permintaan tersebut.

“Belum ada kesepakatan. Kami mendorong OPD terkait untuk turun langsung ke lapangan agar ada solusi yang adil,” tegas Hairendra.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Insani Bara Perkasa, Agus Wiransya Oscar, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi lebih disebabkan oleh curah hujan tinggi. Namun, pihaknya mengaku tetap prihatin dengan musibah tersebut.

“Kami segera melakukan normalisasi Sungai Jattah dengan biaya sekitar Rp54 juta bersama Perusahaan ABK. Komitmen kami, persoalan ini harus diselesaikan secara baik-baik,” ujar Agus. (adv/dprdkukar/kn2/rhi)