Pemkab Kukar Kucurkan Dana Rp 39 Miliar, Bangun Infrastuktur Kawasan Pertanian Terpadu
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Diketahui pada tahun 2022 ini, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan bangun lima kawasan pertanian berbasis kawasan (Food State). Dimana pembangunannya saat ini fokus pada sarana dan prasarana. Diantaranya pembangunan jaringan irigasi terintegrasi, jalan tani usaha, embung (waduk) dan juga pintu air.
Pada Jumat kemarin, 1 April 2022, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sutikno, mejelaskan. " Apa yang disampaikan betul," sebutnya. Pemkab Kukar, sekarang tengah fokus dalam proses pembangunan infrastuktur pertanian di lima kawasan pertanian. Hal ini adalah terjemahan dari bagian program dedikasi Kukar Idaman.
Dimana selama lima tahun kedepan sejak tahun 2021-2025. Ada lima wilayah dengan total luas lahan pertanian 7.628 hektare di lima kecamatan berbeda untuk di bangun sebagai kawasan pertanian terpusat.
Rincinya dalam rencana pembangunan kawasan akan dibangun jaringan irigasi total sepanjang 2.082 meter, lima embung (waduk) dan lima pintu air. "Untuk Irigasinya dibuat secara permanen, yakni dari beton," tandasnya.
Diketahui dari kepala dinas pertanian dan peternakan itu. Pada tahun ini pemerintah daerah akan mempersiapkan uang sebesar Rp 39 miliar sebagai biaya pembangun sarana dan prasarana di lokasi pertanian terpusat.
“Ini upaya mendorong usaha pertanian dalam arti luas lebih dikembangkan,” jelasnya. Sambungnya, enam kecamatan yang sudah ditetapkan sebagai pertanian terpadu. Yakni, Kec. Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu.
Dimana ujar Sutikno, wilayah pertama adalah Sebulu- Muara Kaman yang meliputi Desa Sumber Sari, Manunggal Jaya, Cipare Makmur, Sido Mukti, Panca Jaya, dan Bunga Jadi. Luas kawasan pertanian terpadunya 1.520 hektare.
Wilayah kedua di Tenggarong Seberang yang terdiri dari Desa Bangun Rejo, Karang Tunggal, Manunggal Jaya, Bukit Raya, Loa Lepu, Teluk Dalam, Loa Ulung, dan Embalut. Dengan lahan seluas 1.650 hektare. Wilayah ketiga meliputi Tenggarong Seberang dengan lahan 2.160 hektare di antaranya Desa Kertabuana, Buana Jaya, Bukit Pariaman, Sukamaju, dan Separi.
Kawasan keempat di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu yang meliputi Kelurahan Bukit Biru, Jahab, Desa Jembayan, Sumber Sari, Sepakat, Ponoragan, dan Rempanga. Luas lahannya 1.216 hektare. Terakhir, kawasan kelima di Marangkayu yang meliputi Desa santan Ulu, Semangko, dan Sebuntal dengan luas 1.082 hektare. "Antara bulan April 2022 ini, realisasi kegiatan akan dimulai," tandasnya.
"Selama ini, akses jalan pertanian juga menjadi kesulitan utama bagi petani," juga jelasnya. Dengan kondisi ini, membuat pihaknya menyediakan paket pembangunan jalan dengan total gabungan sejauh 120 kilometer, jalan usaha tani.
Sedangkan, jaringan irigasi yang akan dibangun di tiga kawasan berbeda rincinya. Yaknk Kecamatan Loa Kulu dengan panjang sekitar 915 meter. Kemudian Kecamatan Sebulu di sepanjang sekitar 708 meter. Di Kecamatan Tenggarong sepanjang 459 meter.
Tambahnya, saat ini sumber daya alam yang diandalkan seperti batu bara, adalah komoditi yang tak terbarukan dan suatu saat akan habis. Oleh sebab itu pengembangan pertanian Kukar, dalam arti luas akan menjanjikan di waktu akan datang, "ini sebagai alternatif perputaran ekonomi masyarakat akan datang," paparnya.
Dikonfirmasi berbeda, Sekretaris Distanak Kukar, Sya'rani, menambahkan. Bahwa Pemkab Kukar berfokus kepada program tersebut selama lima tahun ke depan. Selain lima kawasan tadi, ada dua daerah pendukung yakni di Kecamatan Anggana atau Kota Bangun sebagai penyangga.
"Seluruh pembiayaan pengembangan kawasan akan menggunakan APBD yang diusulkan mulai 2021, 2022, dan seterusnya secara bertahap," akhirinya. (adv/pkom/kn3/rhi)
admin