Program 1.000 Guru Sarjana di Kukar, Harapan Besar Meningkatkan Sumber Daya Manusia Daerah
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai tahun 2022 ini, akan gulirkan program 1.000 guru sarjana. Seturut dengan itu pemerintah daerah akan alokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Dimana sejumlah ribuan guru itu nantinya akan menerima Rp 5 juta pertahun. Sebagai beasiswa saat menempuh perkuliahan.
Kepada kukarnews.id, pada Kamis (12/5/2022), Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI), Kukar. Yonatan Palinggi, mengatakan. Program beasiswa yang akan segera dilaksanakan itu sangat baik dan strategis. Pasalnya masih banyak guru di Kukar yang belum menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.
"Menjadikan guru yang belum memiliki gelar sarjana adalah kebijakan Bupati yang sangat luar biasa," ungkapnya.
Menurut dirinya, program itu juga sebagai salah satu tujuan untuk meningkat sumber daya manusia (SDM) melalui kecerdasan untuk di Kukar. Untuk mencapai itu semua, harus dimulai dari setiap gurunya, yang memiliki kompetensi. "Karena itu saat ini guru menjadi perhatian kita semua, dari strata pendidikan, kompetensi, dan kesejahteraannya," bebernya.
Sehingga disebut Yonatan Pallinggi, beasiswa bagi guru di Kukar menjadi sarjana, adalah tujuan yang tepat. Diketahui dari pria yang juga sebagai dosen di Unikarta itu. Bahwa di Kukar masih ditemukan tenaga pendidik yang belum bergelar sarjana. "Tapi mereka juga termasuk guru yang telah memiliki pengalaman, mereka sudah menjadi praktisi pendidikan walau belum sarjana," sebutnya
Masih dijelaskan pria ini, bahwa sekarang diketahui darinya, seorang guru di seluruh tanah air. Sedari tenaga pendidik Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Harus memiliki gelar sarjana. "Itu sebuah syarat dari pemerintah untuk menjadi seorang guru," tandasnya.
Dan diharap nanti, semua guru di Kukar akan memiliki strata linier. Yakni gelar sarjana yang sesuai dengan mata pelajaran yang telah mereka ajarkan di sekolah. "Jadi kalo dia ngejar matematika dia harus sarjana matematika, Bahasa Inggris dia harus sarjana Bahas Inggris," kuncinya.
"Sambil menunggu anggaran dicairkan, mereka bisa melengkapi berkas sesuai juknis yang diterbitkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, melalui Kabid Pembinaan ketenagaan, Joko Sampurno.
Terus di Informasikan nya, program ini bisa diikuti oleh tenaga pendidik yang berstatus Pegawai Negri Sipil (PNS) atau pun yang non PNS, asalkan tenaga pendidik tersebut berasal dari Kukar. Selanjutnya tenaga pendidik yang mengajar di sekolah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat ini para calon peserta juga telah dipersilahkan untuk melengkapi persyaratan sesuai petunjuk teknis yang telah ditertibkan oleh Bupati Kukar.
Nantinya, persyaratan hingga verifikasi kelengkapan berkas akan diseleksi langsung oleh Disdikbud. Namun, Disdukbud belum bisa melakukan tahapan seleksi, karena masih menyesuaikan kuota peserta dengan anggaran di tahun ini.
"Tahun ini alokasi anggaran yang disiapkan Disdikbud sekitar Rp5 miliar lebih. Setiap penerima akan mendapatkan Rp 5 juta per tahun," paparnya.
Bagi tenaga pendidik yang berstatus PNS, proses pencairan beasiswa dilakukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Sedangkan untuk tenaga pendidik non PNS, maka pencairan dilakukan melalui bagian Kesra. Dengan adanya beasiswa ini diharapkan dapat mencetak guru-guru yang berkualitas dan memajukan dunia pendidikan di Kukar.
"Jadi kita ingin mewujudkan misi kedua. Yakni, meningkatkan pembangunan SDM yang unggul. Tentunya dengan kreativitas dan inovasi yang baru," ucapnya.
Sedangkan, Diah Lestari perempuan berusia 23 tahun, yang diketahui sebagai tenaga pengajar Sekolah Dasar 018, Tenggarong, Kukar, ini mengatakan. Sangat senang dengan adanya program 1.000 guru sarjana yang digulirkan pemerintah kabupaten, saat ini. "Saya sudah mendengar program beasiswa bagi guru di Kukar ini," ucapnya.
Sebab bukan hanya dirinya saja yang belum memiliki status sarjana. Diketahui dari guru Bahasa Inggris ini masih ada sejumlah tenaga pengajar di daerah ini belum memiliki gelar perguruan tinggi.
"Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena ini kesempatan para guru yg belum memiliki gelar untuk mendapatkan status pendidikan, pelajaran, melalui beasiswa itu," akhirinya. (adv/pkom/kn3/rhi)
admin