Lewat Sentuhan Bidan, Kukar Tangani Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan upaya penurunan angka stunting, dengan menjadikan bidan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Peran strategis bidan dinilai krusial dalam mendukung target nasional prevalensi stunting di bawah 14 persen.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menyampaikan bahwa tren penurunan stunting di Kukar cukup signifikan. “Kemarin hasil survei SSG tahun 2024 Kukar ada di 14,2. Jadi kalau awalnya itu kan 27, terus turun jadi 17, sekarang 14,” ungkapnya
Berbagai program inovatif daerah telah melibatkan bidan secara aktif, seperti diantaranya yang dulu telah berjalan yakni PMB Kukar Idaman, yang memberikan makanan bergizi kepada lebih dari 2.200 balita bermasalah gizi, SAPA SI KAKA, program kunjungan dokter spesialis anak ke desa terpencil, didampingi oleh bidan lokal, serta Rumah Bahagia & Bakti Pantas, yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan sosial berbasis komunitas.
Menurut Kusnandar, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan stunting sangat bergantung pada kinerja para bidan. “Program KB tidak sekadar soal pengendalian jumlah kelahiran, tetapi juga erat kaitannya dengan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting,” jelasnya.
Berkat kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas bidan, prevalensi stunting di Kukar berhasil ditekan dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,2% di tahun 2024. Sebanyak 140 desa telah melaksanakan rembuk stunting lebih awal untuk tahun 2025.
Kusnandar juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga pola asuh dan sanitasi. “Pasti pola asuh. Balita dengan stunting ini bukan semata-mata tidak mampu, orang yang mampu juga banyak karena pola asuh,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN