Hetifah Ajak Tingkatkan Mutu Pendidikan
kukarnews.id, SAMARINDA - Kepala sekolah (Kepsek) mulai dari tingkat SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)mengikuti workshop Pendidikan dengan mengangkat tema optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik maupun non fisik (BOS) dalam peningkatan mutu pendidikan.
Acara yang diinisiasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dilaksanakan pada Senin, (20/9/2021) di Hotel Aston Samarinda.
Turut pula hadir Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbud RI Mulyatsyah serta Sekretaris Disdikbud Kukar, Maria Ester.
Hetifah Sjaifudian mengungkapkan, tantangan masa depan menjelang Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur cukup besar, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk itu Sumber Daya Manusia (SDM) para tenaga didik atau guru harus lebih ditingkatkan.
“Jadi kita harus genjot, dari sumber dana manapun kita harus usahakan demi Kukar.Kita juga merasakan makin lama APBD kita semakin lama tidak memadai, apalagi dibanding dengan keluasan wilayah Kukar,” ujarnya.
Salah satunya ucap Hetifah, sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia menjelaskan, dalam mengelola anggaran juga dirinya mengingatkan harus mengetahui tata caranya, seperti serapannya harus bagus dan mampu membuat proposal kegiatan yang baik. Seperti contoh, ada beberapa SMP yang mestinya memiliki sekolah baru, tapi tidak gol.
"Makanya, yang seperti itu harus kita kawal. Mungkin masih ada yang kurang lengkap datanya, atau tanahnyayang masih belum beres,” jelasnya.
Sementara itu terkait dana BOS, saat ini kepala sekolah diberi kewenangan penuh 100 persen untuk menggunakan dana BOS sesuai kebutuhan sekolah.
“Kalau dulu kan masih ada batasan, untuk gaji honor sekian, untuk buku sekian. Dulu ada pagu-pagunya,” kata dia.
Namun ucap dia, dengan kepercayaan tersebut, dirinya mengingatkan kepala sekolah tetap harus hati-hati dalam menggunakan dana BOS tersebut.
“Apalagi penghitungan BOS saat ini mengalami peningkatan, di Kukar juga ada peningkatan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbud RI, Mulyatsyah menjelaskan, dirinya berharap Kukar dalam waktu dekat dapat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PRM), namun pembukaan sekolah dengan prinsip kesehatan di masa pandemi Covid-19. “Itu menjadi patokan dilakukannya PTM, minimal menerapkan prokes seperti 50 persen dari kapasitas kelas,” ujarnya.
Semua siswa dan guru pasti berkeinginan untuk belajar tatap muka. Bahkan, guru juga sudah berusaha melaksanakan pembelajaran daring semaksimal mungkin, tapi belum tentu dapat dipahami secara utuh oleh siswa.
“Jadi PTM itu penting untuk proses belajar mengajar yang dapat dipahami oleh siswa. Samarinda sudah mempersipakan PTM, semoga Kukar juga,” harap dia.
Infrastruktur bukanlah yang utama untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang paling utama yankni SDM guru-guru memiliki kompetensi dan kemampuan mengajar dengan metode kritikal thinking, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kukar. “Mari kita tingkatkan mutu pendidikan di Kukar ini dengan terstruktur,” pintanya.
Dirinya berharap, guru menjadi corong terdepan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud RI dalam membangun sinegitas guna meningkatkan mutu pendidikan di Kukar. “Yang penting itu kualitas SDM guru-gurunya,” pungkasnya. (kn1)
admin