Dispora Kaltim Bekali Pemuda Keterampilan Digital, Sasar hingga Daerah Terpencil
kukarnews.id, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus berupaya mencetak generasi muda yang berdaya saing di era digital. Melalui berbagai program pelatihan, Dispora Kaltim membekali pemuda dengan keterampilan digital yang dibutuhkan di pasar kerja saat ini.
Tahun ini, sebanyak 450 pemuda di Samarinda telah mengikuti pelatihan konten kreator, desain grafis, dan pemasaran digital. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan menghasilkan konten menarik dan memasarkannya melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
"Keterampilan digital bukan hanya sekadar tren, tapi sudah menjadi kebutuhan," ujar Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim.
Dengan menguasai keterampilan digital, pemuda bisa membuka peluang usaha sendiri dan menghasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan.
Yang menarik, Dispora Kaltim tidak hanya fokus pada daerah perkotaan. Program pelatihan juga menyasar daerah-daerah terpencil seperti Busang dan Kutai Timur, yang bahkan memiliki keterbatasan listrik.
"Kami ingin memastikan bahwa semua pemuda di Kalimantan Timur memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri," tambah Rusmulyadi.
Dalam pelaksanaan program pelatihan, Dispora Kaltim menerapkan pendekatan yang lebih spesifik. Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.
"Misalnya, di daerah pesisir, kami akan fokus pada pelatihan yang berkaitan dengan sektor perikanan atau pariwisata," jelas Rusmulyadi.
Untuk memantau perkembangan pemuda dan efektivitas program pelatihan, Dispora Kaltim mengembangkan aplikasi SEPakat. Aplikasi ini digunakan untuk mendata seluruh kegiatan kepemudaan di Kalimantan Timur.
"Dengan adanya SEPakat, kami bisa lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan pemuda di setiap daerah dan merancang program yang tepat," ujar Rusmulyadi.
Dispora Kaltim berharap dengan program pelatihan yang intensif ini, pemuda di Kalimantan Timur dapat lebih mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. "Kami ingin mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang kerja baru," tutup Rusmulyadi. (adv/disporakaltim/dc/rhi)
adminKN