Dispar Kukar Apresiasi Bimtek Gerakan Sadar Wisata
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi digelarnya Bimbingan Teknis, Gerakan Sadar Wisata yang digelar oleh Kemenparekraf di Tenggarong.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Industri dan Wisata Dispar Kukar, Heri Rusnady, mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Hetifah Sjaifuddian berkolaborasi dengan Kemenparekraf yang telah merencanakan beberapa kegiatan di Kaltim.
"Apalagi melibatkan influencer dan media, ini sangat membantu untuk mempromosikan wisata di Kukar, terutama dengan gerakan sadar wisata. Kita sudah punya 52 Pokdarwis yang punya SK. Akan tetapi tidak semua pokdarwis aktif, hanya 30 persen yang aktif dalam mengelola destinasi wisata, "ucapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan ini semoga bisa membantu mempromosikan termasuk memberi kesadaran terhadap masyarakat yang dapat mengolah potensi di desa atau lingkungannya.
"Seperti di Marangkayu, mereka sudah punya potensi untuk dikembangkan, namun belum terbentuk pokdarwis nya. Ini yg kita dorong untuk membentuk pokdarwis agar bisa mengelola desa wisata,"pungkasnya.
Masyarakat sadar wisata memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan industri pariwisata. Dengan adanya masyarakat sadar wisata yang aktif dan berperan serta dalam pengembangan pariwisata, diharapkan pariwisata dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat setempat dan wisatawan.
Selain itu juga akan berdampak terhadap kelestarian lingkungan, menjaga keamanan dan ketertiban, memperkenalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Bimtek tersebut melibatkan puluhan influencer dan juga wartawan dengan menghadirkan narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim dan Dudi Sugandi yang merupakan salah satu influencer asal kota Bandung.
Hetifah mengatakan, peran media dan influencer sangat penting bagi suatu daerah. Makanya dilaksanakannya bimtek sebab untuk menjalankan peran itu harus memiliki ilmunya sehingga dapat produktif.
"Maka dari itu pentingnya secara kolektif mempunyai gerakan untuk dapat memasarkan Ekonomi Kreatif (Ekrafk) secara sistematis sehingga menjadi perhatian, " ujarnya.
Apalagi Provinsi Kaltim telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menyebabkan Kaltim menjadi sorotan dunia. Akan tetapi saat ini, Kaltim belum memiliki potensi yang memadai untuk ditunjukkan.
Menurut Hetifah, yang terpenting saat ini bagaimana adalah bagaimana meningkatkan keahlian, keterampilan dan sertifikasi bagi pemandu wisata. "Salah satu kesulitan para pemandu untuk sertifikasi yaitu di Kaltim ini belum memiliki asesor, " pungkasnya. (adv/diskominfo/kkr/kn1/rhi)
admin