Bergerak Serentak: Dari Posyandu ke Rumah, Gizi Anak Dijaga

Bergerak Serentak: Dari Posyandu ke Rumah, Gizi Anak Dijaga
Keterangan Gambar : Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Kukar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting melalui gerakan serentak yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari posyandu hingga rumah tangga. Program ini menjadi bagian dari strategi konvergensi nasional untuk mewujudkan generasi bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Kukar mengimplementasikan berbagai inovasi seperti SAPA SI KAKA, program kunjungan dokter spesialis anak ke desa terpencil, PMB, pemberian makanan balita bermasalah gizi di 20 kecamatan. 

“Gerakan intervensi serentak yang kami mulai sejak Juni telah mencakup 99,21% sasaran. Ini bukti bahwa Kukar serius dalam menjaga masa depan anak-anak,” ujar Aulia Rahman Basri, Bupati Kukar.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar juga memprioritaskan pembinaan kader posyandu. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyatakan bahwa meski ada rasionalisasi anggaran, pelatihan kader tetap berjalan dengan fokus pada kualitas.

“Kami latih kader dengan materi gizi dasar, pemantauan tumbuh kembang anak, dan edukasi kesehatan ibu-anak. Harapannya, mereka bisa lebih mandiri dan efektif di lapangan,” jelas Arianto.

Penurunan prevalensi stunting dari 27,1% di tahun 2022 menjadi 14,6% di tahun 2024 menjadi bukti keberhasilan strategi terpadu yang dijalankan. Tak hanya pemerintah, dunia usaha dan komunitas lokal juga berperan aktif. Skema CSR untuk intervensi spesifik seperti pembangunan jamban, pemberian makanan tambahan lokal, dan pemberdayaan kader.

Kukar menunjukkan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama. Dari posyandu hingga rumah, dari dokter hingga kader desa, semua bergerak serentak demi masa depan anak-anak Kukar yang lebih sehat dan cerdas. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)