Alif Turiadi Menyayangkan Kejadian Tak Terpuji Sekelompok Pengendara di Desa Batuah
kukarnews.id, TENGGARONG - Akhir pekan lalu, masyarakat yang berlokasi di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadang sekelompok pengendara motor yang melintas beriringan dijalan.
Selain dinilai melanggar pelaksanaan PPKM level 4 di Kukar karena pemerintah berupaya menekan laju pertumbuhan kasus terkonfirmasi Covid-19, salah satunya pembatasan keluar masuk wilayah Kukar, tapi juga sangat meresahkan dan membahayakan warga sekitar. Lantaran kebut-kebutan serta menggunakan knalpot dengan suara bising dan sering digeber-geber.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kukar, Alif Turiadi sangat menyayangkan kejadian tersebut. Sebab, secara tidak langsung memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat lainnya.
"Paling tidak jangan memberikan contoh kepada masyarakat. Harusnya kita sama-sama berupaya untuk memutus mata rantai ini dan jangan sampai menjadi kesenjangan sosial dalam artian ada pilih kasih antara yang satu dan lainnya," kata Alif belum lama ini.
Politisi Fraksi Gerindra menghimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan kumpul-kumpul dulu. Saat berkerumun terjadi, disitu dengan cepat Covid-19 menyebar, itu yang sangat dikhawatirkan dan harus dihindari.
"Seharusnya masyarakat menahan diri. Kalau ada kerumunan itu kan harus ada rekomendasi dari ketua satgas Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," terang anggota Dapil Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman.
Untuk diketahui, angka kasus positif Covid-19 di Kukar sedang meningkat drastis, jangan sampai perkumpulan tersebut menjadi penyumbangnya. Tak pernah lelah ucap Alif, untuk terus mengimbau supaya tidak ada kerumunan masyarakat, baik itu kegiatan pemerintah maupun sosial.
"Tentunya saya tidak merekomendasikan adanya kerumunan atau konvoi karena himbauan pemerintah jelas. Kita sedang melaksanakan PPKM itu program pemerintahnya jadi patuhi saja semuanya itu," tutupnya.(adv/dprd/kn1)
admin