Pasokan Air Tidak 24 Jam, DPRD Kukar Akan Panggil Perumda
kukarnews.id, TENGGARONG - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Andi Faisal siap mendukung program dari Perumda Tirta Mahakam dalam pemenuhan penyediaan air bersih di wilayah yang belum terjangkau ataupun belum menerima secara maksimal. Belum lama ini Perumda Tirta Mahakam Kukar berencana akan menambah kapasitas instalasi pengolahan air menjadi 40 liter perdetik di Loa Duri Rating Bakungan kecamatan Loa Janan. Hal ini sebagai bentuk respon terhadap keluhan masyarakat sekitar Desa Loa Duri Ulu dan Loa Duri Ilir tentang kurangnya pasokan air sehari-hari.
Namun pasca penambahan, ada beberapa objek lainnya yang perlu campur tangan pemerintah membenahi keperluan yang dibutuhkan. Terkait hal itu, Anggota DRPD Kukar, dirinya siap membantu, termasuk permasalahan anggaran yang diperlukan Perumda Tirta Mahakam dalam melayani pasokan air.
"Pasti akan mensupport itu selama ada komunikasi dengan kita, nanti akan melihat skala mana yang paling penting untuk dianggarkan," ucap Faisal.
Disisi lain, ada catatan tersendiri terhadap Perumda Tirta Mahakam. Pihaknya rencana akan memanggil pihak terlibat untuk sejauh mana sih progres kesiapan pekerjaan ini. Karena tahun lalu ada menyertakan modal sekitar Rp 20 miliar, namun alokasinya kemana, pihaknya belum tau.
"Harusnya kan berputar, karena kebutuhan air banyak, terus keuntungan dan sebagainya belum kita evaluasi semua, ini akan segera dievaluasi," ujar politisi Fraksi Golkar ini.
Faisal selaku Ketua Komisi III DPRD Kukar menambahkan, kekurangan pasokan air bukan hanya terjadi di Loa Janan saja. Namun dibeberapa wilayah salah satunya di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang.
Dia menuturkan, sudah banyak pipa terpasang disana namun kebutuhan air tidak lancar padahal jarak permukiman warga dengan sungai mahakam dekat sekali.
"Dulu katanya pasokan air 24 jam tapi faktanya, siang atau sore sering mati. Itukan menjadi ironi, kenapa sih membangun ini tidak sekali jadi," terangnya.
Pihaknya akan memanggil pihak Perumda Tirta Mahakam dalam waktu dekat untuk mengevaluasi terkait sistem kinerjanya seperti apa.
"Jika kondisi memungkinkan setelah lebaran Iduladha kita panggil," pungkasnya. (adv/kn1)
admin