Mengembangkan Teknik Padi Apung

Mengembangkan Teknik Padi Apung

KUKAR - Desa Muara Enggelam kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mengembangkan sawah terapung di kawasan tersebut. Cara ini baru pertama kali dilakukan dan diharapkan bisa berkembang, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan beras di Desa Muara Enggelam.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Panji Sejahtera Tenggarong, Usthuri selaku pendamping padi atau sawah terapung ini menyebutkan bahwa dirinya cukup memiliki ilmu dan pengalaman dalam mengelola pertanian jenis ini, untuk diterapkan di desa Muara Enggelam.

Dirinya melakukan uji coba dengan membangun rakit berukuran 1x2 meter dikawasan sungai tersebut. didukung dengan tingkat keasaman air 5,5 sampai dengan 7 yakni sedikit asam hingga netral

“ Dalam masa tanam selama 120 hari akan menghasilkan 3 kilogram beras,” jelas Usthuri.

Untuk pemupukannya sawah terapung ini bahkan cukup menggunakan pestisida organik.

“ Selain ramah bagi manusia dan lingkungan, pestisida organik tidak merusak ikan,” tambahnya.

Dirinya berharap agar Desa Muara Enggelam memiliki sektor pertanian mandiri. Sebagai desa yang terisolasi dirinya ingin membangun desa ini agar maju dan bisa memenuhi kebutuhan beras dimasa yang akan datang. (adv/kn1)