Dispar dan Pegiat Wisata Kutim Eksplor Pantai Gili Trawangan Lombok
kukarnews.id, KUTAI TIMUR - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama rombongan peserta studi tiru yang berjumlah 19 orang yang didalam terdiri dari para penggiat wisata dan kelompok-kelompok sadar wisata Se-Kutim, kembali menuju ke salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok, yakni Gili Trawangan.
Sebelum berangkat, rombongan berkumpul di Pelataran Puri Indah Mataram, untuk mendapatkan informasi tentang apa saja yang akan dilakukan hari ini. Kemudian tour gaet Lalu Mahsun menjelaskan rute perjalanan dan roundown kegiatan di hari ke 3 tersebut.
“Hari ini kita akan menikmati keindahan bawah laut Lombok yakni Gili Trawangan”, ucap Lalu Mahsun, Sabtu (02/12/2023) pagi.
“Berbagai antraksi bisa dilakukan disana diantarnya snorkling, diving, keliling pulau dengan menggunakan sepeda, naik dokar (andong) bahkan bisa berjalan kaki sambil menikmati keindahan Gili Trawangan, tambah Lalu Mahsun.
Rombongan pun berangkat menuju Gili Trawangan, dengan sesekali bus berhenti sejenak dititik atau spot-spot foto di sepanjang pesisir pantai sebelum tiba di pelabuhan penyeberangan, seperti spot foto Senggi View dan Spot foto Lombok Utara Malaka.
Jarak yang ditempuh rombongan kurang lebih 45 menit perjalanan untuk tiba di pelabuhan penyeberangan. Sebelum bertolak rombongan kembali di brefing oleh tour gaet Lalu Mahsun terkait keamanan dan keselamatan selama berkegiatan di Gili Trawangan nanti, sambil menyiapkan segala sesuatunya sebelum bertolak menggunakan 2 unit speed boat yang telah disiapkan.
Pendamping Dinas Pariwisata Zulfiah Afridha, SST.Par yang akrab disapa mba Efi, menyampaikan pesan dan informasi terkait tujuan studi tiru di Pulau Lombok ini, peserta telah menerima banyak materi dan sejumlah kegiatan pelatihan dari dinas Pariwisata, namun tentu pelaku dan penggiat wisata masing-masing desa belum bisa mengoftimalkan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya.
“Melalui program Dispar Kutim kali ini, mengajak teman-teman semua untuk melihat, meniru dan memodifikasi bentuk-bentuk paket wisata, berdasarkan pengalaman tour yang di dapatkan selama 4 hari ini sejak keberangkatan. Semoga sepulangnya dari Lombok nanti, kita sudah bisa mengaplikasikan pengalaman ini di pokdarwis kita masing-masing,” jelasnya.
Salah satu peserta studi tiru Sri Nurtiyanti dari Bengalon, mengapresiasi Dispar Kutim yang terus mendorong perkembangan dunia wisata di Kutim, karena selain keterbatasan infstruktur pendukung pariwisata ditempat masing-masing, juga masih terkendala pada kemampuan sumber daya manusianya.
“Semoga kami-kami semua pelaku wisata ini, bisa terus konsisten dan mendapat dukungan untuk mengembangkan spot wisata yang kita miliki di wilayah kita masing-masing dan program-program serupa juga dapat terus berlanjut.
Setibanya di Gili Trawangan, para peserta giat wisata memilih mengeksplor objek bawah laut Lombok, diving dan snorkeling. Keindahan bawah laut Gili Trawangan terlihat jelas dengan aneka ragam ikan, penyu dan terumbuk karang dengan pemandangan bawah laut yang sangat indah.
Tak ingin ketinggalan setiap momen, para peserta mengambil gambar dalam bentuk video dan foto dari bawah laut secara bergantian.peserta pun melanjutkan kegiatan berjalan-jalan mengelilingi pantai sekedar cuci mata, berbelanja maupun bersua foto dengan sesama peserta dan turis asing yang juga sedang berlibur disana.
Hadiri Pelatihan Wirausaha di SKB Kutim, Ini Pesan Siti Robiah Ardiansyah
-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bidang Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) menggelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kutim, yang digelar di Ruang Pelatihan Gedung UPT SPNF-SKB, Disdikbud Kutim, Rabu (15/11/2023).
Ada 5 jurusan yang diprogramkan oleh SPNF - SKB, diantaranya tata busana, membatik, pastry and bakery, komputer aplikasi perkantoran dan seni musik atau vokal.
Kegiatan ini di buka langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah.
Dalam Pemaparannya, Siti Robiah Ardiansyah mengapresiasi pelaksanaan pendidikan kecakapan wirausaha, yang dapat memberikan bekal dan peluang usaha bagi ibu-ibu PKK di Kutim.
"Harapannya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh SPNF - SKB ini bisa memberikan bekal kepada masyarakat, karena pekerjaan yang paling mudah dan banyak memberikan peluang adalah usaha," ungkap Siti Robiah Ardiansyah.
Menurutnya, kelima jurusan tersebut berpeluang sebagai pebentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik secara mandiri maupun berkelompok. Oleh sebab itu, ia berharap pelatihan yang diberikan tidak hanya sekedar pelatihan, melainkan benar-benar memberikan bekal kepada masyarakat untuk bisa eksis di dalam kesehariannya.
"Jadi yang biasanya nganggur, setelah pelatihan tidak nganggur lagi, ada sesuatu hal yang bisa dilakukan dan berdampak baik kepada dirinya, keluarganya dan Kutai Timur," ujar istri Bupati Kutai Timur itu.
Dirinya mengungkapkan pelatihan tersebut, merupakan upaya Pemerintah Kutai Timur dalam meningkatkan taraf ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Ini yang harus dikembangkan, dimana pelatihan ini tidak sampai pengolahan saja, tetapi manajemen dari pada UMKM juga diberikan pelatihan, agar menjadi pengusaha modern," pungkasnya. (her/kn1/rhi/advdiskominfokutim)
admin